Selasa, 30 Juli 2013

Sudahkah Anda Senyum Hari Ini ?

     Sudahkah Anda senyum hari ini ??? Pertanyaan yang sangat simple bahkan terkesan basi. Tapi, kalimat itu sering saya tanyakan setiap kali saya mengisi materi di hadapan puluhan bahkan ratusan siswa di berbagai tempat. Keinginan saya sederhana saja, manakala memulai aktivitas kalau ekspresi dan hati orang yang kita ajak komunikasi "galau" rasanya tidak enak. Dan yang paling utama, senyum itu shodaqoh. Ada lho haditsnya " Tabassumuka Fii Wajhi Akhika Shodaqoh" yang artinya "Senyummu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh". Hadits ini biasa diajarkan pada santri-santri Taman Qur'an. Dan ini adalah salah satu hadits favorit saya (^_^).

    Sekalipun senyum itu shodaqoh, tentunya kita pun harus menempatkan sesuai porsinya. Ga enak juga kalau di jalan, ga ada siapa-siapa ternyata kita senyum-senyum sendirian. Bisa repot urusannya ...(he he he ).
Oh ya, untuk tersenyum ternyata kita hanya membutuhkan otot wajah yang jauh lebih sedikit daripada cemberut. Kalau senyum hanya butuh 17 otot saja sedangkan cemberut 43 otot wajah terkuras. Waaahh, luar biasa bedanya kan ... Bisa dibayangkan kalau setiap saat kita cemberut, apa jadinya dengan wajah kita. Begitu banyak otot-otot wajah kita ketarik. So pasti, ga enak di lihat.

    Naaahhh, di bulan baik ini, hayuuuuu kita banyakin senyum, kan langsung dapet double, sehat & shodaqoh. Kalau yang sudah membudayakan senyum, pertahankan ... jangan sampai berkurang apalagi hilang. Bagi yang belum biasa, ga ada salahnya untuk memulai hari ini. Kalau hari ini belum senyum, masih ada hari esok tapi lebih cepat lebih baik. Untuk melakukan kebaikan jangan ditunda-tunda ya (^_^)
So ... Mari kita budayakan SENYUM.



Deni Trisnawati
Puri Cendana Tambun - Bekasi
 

Jumat, 19 Juli 2013

IFTHAR JAMA'I TKA/TPA AL A'LAA

Assalaamu'alaikum pembaca ....
     Hari ini saya akan menulis tentang salah satu kegiatan TKA/TPA AL A'LAA Puri Cendana Blok F Taman Kerinci, Tambun Selatan - Bekasi. TKA/TPA ini sangat dekat dengan rumah. Alhamdulillaah sejak tahun 2003 hingga kini, Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada saya untuk bergabung di dalamnya. Kenikmatan & kepercayaan yang tidak semua orang mendapatkannya.

       Oh, ya kemarin sore, TKA/TPA AL A'LAA mengadakan buka puasa bersama lho. Ifthar Jama'i bahasa kerennya. Mulai dari para santri, ustadzah hingga orang tua santri turut meramaikan kegiatan ini. Acaranya sederhana tapi menyenangkan. Acara dimulai pukul 16.00 hingga waktu berbuka. Walaupun tidak semua santriawan & santriawati bisa hadir tapi acara tetap seru. Jumlah santri di TKA/TPA AL A'LAA kurang lebih 183 santri, lumayan banyak kan ? (^_^) . Acara diadakan diselasar Mesjid, sengaja ambil tempat itu agar tidak mengganggu jamaah apabila Sholat Maghrib tiba.

Kegiatan ifthar jama'i ini merupakan salah satu kegiatan rutin TKA/TPA AL A'LAA. Tapi, Ramadhan tahun lalu, kami tidak mengadakan karena Mesjid kami sedang dalam renovasi yang membuat kami tidak memungkinkan mengadakan acara tersebut.



       Agenda acara kemarin, dimulai dengan pembukaan, tilawah Qur'an oleh Ananda Tita & saritilawah oleh Ananda Zahra. MCnya ada dua, yaitu Ananda Raftika & Ananda Davina. Walaupun masih kecil tapi mereka sudah sangat bagus membawakan acaranya.Ada juga tampilan-tampilan dari para santri. Untuk tausiyah disampaikan oleh kepala sekolah TKA/TPA Al A'LAA alias saya sendiri ( he he he he ). Para santri sangat antusias mengikuti acara. Dan tibalah acara yang kami tunggu-tunggu yaitu ADZAN MAGHRIB (^_^). Alhamdulillaah semua acara berjalan lancar dari awal hingga akhir. Semoga acara kami mendapat keberkahan dari Allah SWT & kami dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan . Aamiin
 Sudah dulu ya pembaca ... Wassalaam

Deni Trisnawati
Puri Cendana, Tambun - Bekasi






Minggu, 14 Juli 2013

Selamat Datang Para Calon Pemimpin Masa Depan



Tahun Ajaran Baru 2013/2014 besok akan segera dimulai, mari sama-sama kita isi Tahun Ajaran Baru ini dengan mempertahankan segala kebaikan dan memperbaiki segala kekurangan agar di tahun ajaran baru ini kita menjadi insan-insan pendidikan yang lebih baik.

Siswa/Siswi Baru SMPIT AL FIDAA Tahun 2013-2014 :

" Selamat Datang Para Calon Pemimpin Masa Depan "

Untuk lingkungan SMPIT AL FIDAA mari kita padukan bersama SEMANGAT untuk menjalankan budaya sekolah yang akan menguatkan kita menjadi pribadi-pribadi berkarakter. (^_^)

Budaya Sekolah SMPIT AL FIDAA :
1.   Budaya Salam
2.   Budaya Jabat Tangan
3.   Budaya Santun
4.   Budaya Sopan
5.   Budaya Sapa
6.   Budaya Senyum
7.   Budaya Jujur
8.   Budaya Menghargai
9.   Budaya Bersih
10. Budaya Kerja Keras.
11. Budaya Memberi
12. Budaya Peduli
13. Budaya Hormat
14. Budaya Tepat Waktu
15. Budaya Senang Belajar
16. Budaya Rapi
17. Budaya Tertib

7 Janji Siswa :
1. Mengabdi dan menyembah hanya kepada Allah SWT.
2. Al Qur'an dan As Sunnah sebagai pedoman.
3. Berbakti kepada kedua orang tua.
4. Menghormati dan mentaati para Ustadz dan Ustadzah.
5. Belajar dengan tekun, pantang menyerah dan mengukir prestasi.
6. Menjadi teladan bagi sesama remaja Islam.
7. Memegang teguh semangat disiplin, mandiri dan bertanggung jawab dalam semua hal.

For All : Keep Spirit ! Keep Hamasah ! Keep Ganbatte !
              And Don't Forget To Give Your Sweet Smile - Smile For Health (^_^) 



Deni Trisnawati
Puri Cendana, Tambun - Bekasi

Kamis, 11 Juli 2013

ALOKASI WAKTU MEMBACA AL QUR'AN DI BULAN RAMADHAN




Alhamdulillaah ... Allah SWT masih mempertemukan dan mengizinkan kita untuk berada di bulan Ramadhan tahun ini (1434 H). Selain berpuasa yang sudah menjadi kewajiban, mengkhatamkan Qur'an 30 juz juga menjadi target yang harus tercapai di bulan Ramadhan. Sayang jika Ramadhan tahun ini terlewatkan begitu saja tanpa kita khatam Qur'an sekali pun.

Bagi laki-laki jika membaca Qur'an 1 hari 1 juz, insyaAllah masih terkejar khatam 1 kali, karena tidak ada halangannnya (haidh). Tetapi bagi wanita, jika satu hari hanya membaca 1 juz, tentunya tidak akan tercapai khatam 1 kali, karena terhalang oleh haidh, yang kurang lebih waktunya antara 3 - 7 hari. Kalau di ambil rata-rata, ada waktu 1 minggu ( 7 hari ) yang bagi wanita haidh tidak membaca Qur'an. Otomatis waktu yang tersisa adalah 3 minggu untuk menyelesaikan khataman Qur'annya. Waktu yang hanya 3 minggu ini harus disiasati dengan baik agar khataman Qur'an di Bulan Ramadhan dapat tercapai. Jika tidak, maka target khatam Qur'an di bulan Ramdhan bisa lewat. Jadi, untuk wanita, mau tidak mau harus mengusahakan membaca Qur'annya 1,5 - 2 Juz / hari. Hmmm, lebih berat ya ?? (^_^)

Berdasarkan pengalaman pribadi, alokasi waktu agar membaca Qur'an 1,5 - 2 Juz / hari tercapai adalah sebagai berikut :

1. 30 menit sesudah Sholat Subuh
2. 30 menit sesudah Sholat Dhuha
3. 30 menit sesudah Sholat Dzuhur
4. 15 menit sesudah Sholat Ashar
5. 10 menit sesudah Sholat Maghrib
6. 60 menit sesudah Sholat Tarawih

Jika di antara teman-teman ada yang alokasi waktu membaca Qur'annya melebihi dari waktu yang di atas, sangat bagus sekali. Naaahh, dari alokasi waktu yang sudah dibuat sedemikian rupa, ada yang memegang peranan penting untuk kesuksesan kita dalam pencapaian target ini, yaitu KONSISTEN / ISTIQOMAH nya kita dalam melakukan itu semua.

Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat dan kita dimudahkan oleh Allah SWT dalam mengkhatamkan Qur'an di Bulan Ramadhan tahun ini. Harapan kita semua agar ibadah di bulan Ramadhan 1434 H lebih baik dari sebelumnya dan menjadikan  kita selalu dalam golongan ORANG-ORANG BERTAQWA. Aamiin.

Deni Trisnawati
Puri Cendana, Tambun Bekasi

Rabu, 10 Juli 2013

9 Juli 2000 - 9 Juli 2013

      Kemarin, 9 Juli 2013, adalah hari pernikahan kami. Sudah 13 tahun kami bersama mengarungi bahtera rumah tangga. Tahun ini agak berbeda kami merayakannya, yaitu full bersama untuk kerja bakti, maklum, rumah kami sedang dalam proses renovasi, dan agenda acaranya mindah-mindahin barang dari "Tempat Bimbel" ke rumah kami sendiri. Cape banget tapi seru. Acara kerja bakti diselingi dengan istirahat sebentar, makan ke luar dekat rumah. Menikmati makan siang di hari yang spesial. Baru kali ini, makan makannya siang hari, biasanya malam. Berhubung malamnya adalah malam pertama tarawih, jadilah kita makan-makannya siang aja (^_^).

      13 tahun, bukan waktu yang sebentar, banyak riak-riak bahkan gelombang menerpa rumah tangga kami, seperti juga yang dialami oleh pasangan rumah tangga lainnya. Tapi, Alhamdulillaah, sampai saat ini dan seterusnya (insyaAllah) kami selalu bisa mengatasi dan menghadapi segala ujian rumah tangga kami.
Kami sadar, mungkin kami bukanlah keluarga yang sempurna, ada ayah, ibu dan anak-anak. Anak kami yang pertama ( Daffa Syauqi ) meninggal dunia sejak masih dalam kandungan 10 tahun yang lalu.Dan sekarang putra tercinta kami sudah berada di Syurga-Nya, tinggal kami yang harus bekerja keras memperbaiki diri agar bisa berkumpul bersama. Memang tidak di dunia ini tapi di Syurga-Nya kelak.

      Saat ini, Allah hanya belum mengabulkan 1 permintaan saja dari do'a-do'a kami, yaitu hadirnya anak di dunia, sementara sudah beribu kenikmatan yang Allah berikan kepada keluarga kami, bahkan kami tidak minta pun Allah kasih. Jadi, sangatlah naif dan amat tidak bersyukur kalau hanya karena 1 permintaan saja belum Allah kabulkan , kami menghilangkan beribu bahkan berjuta-juta pemberian Allah yang sudah sangat berlimpah kepada kami. Di samping itu, Allah pun sudah menyiapkan putra tercinta kami menunggu di Syurga. Kenikmatan yang melebihi dari apapun di dunia ini.

      Semoga di usia 13 tahun pernikahan kami, menjadikan ikatan cinta kami lebih kuat di hati- hati kami. Apapun dan bagaimana pun badai menerpa, kami selalu siap menghadapinya.

" Ya Allah ... Ku nikmati segala skenario-Mu, karena Ku yakin semua itu pastilah Yang Terbaik untuk kehidupanku. " Aamiin

9 Juli 2000 - 9 Juli 2013
Deni Trisnawati & Rosyad



Deni Trisnawati
Puri Cendana, Tambun Bekasi



Jumat, 05 Juli 2013

Selamat Hari Lahir Ma ...

     Selamat Hari Lahir Ma ... Kalimat itu selalu ku ucapkan setiap tanggal 5 Juli. Sebelum aku menikah, saat kuucapkan itu, pasti ku cium tanganmu dan ku peluk erat dirimu. Bergantian, mulai dari diriku, adikku yang kedua (Dian) lalu adikku yang terakhir (Indri). Kalau Papa, pasti sudah lebih dulu mengucapkannya ke Mama.

     Oh, ya, kami selalu punya hadiah spesial untuk Mama ... kue black forest yang selalu dipesan ke Bu Alun tetangga depan rumahku di Cimandiri Depok dan hadiah yang selalu membuat Mama menangis setiap kali menerimanya dari kami. Aku tanya : " Kok nangis Ma ? Maaf ya Ma, kalau hadiahnya sederhana. Ternyata bukan karena hadiah Mama menangis, tapi karena perhatian dari anak-anaknya yang membuat beliau sedih. Mama bilang : "Bersyukur amat sangat karena sudah dianugerahi 3 anak perempuan yang selalu memperhatikan Mamanya". Jadilah, kami semua menangis juga. Tapi ga lama sih, karena kami semua ga mau diliputi dalam kesedihan. Setelah kita do'a bersama dipimpin oleh Papa, lalu Mama buka kado dilanjutkan dengan makan black forest bersama-sama. Sungguh hal yang sangat menyenangkan.

     Setelah aku dan kedua adikku menikah, aku mengucapkannya by phone, kalau adikku sich langsung, makluuum, karena hanya aku saja yang tinggal di Tambun Bekasi, sedangkan kedua adikku masih tinggal di Depok, dekat dengan rumah Mama. Pemesanan Black Forest tidak pernah terlewatkan, tapi makannya nunggu aku ke Depok dulu. Biasanya hari Sabtunya atau Ahad, waktu libur ngajar.

     Suasana seperti itu yang selalu aku kangenin. Dan sudah 3 tahun ini, aku dan kedua adikku tidak bisa melakukannya lagi. Karena disetiap hari lahir Mama, hanya do'a yang bisa dipanjatkan.

   Setelah kehilangan kedua orang tua kami dalam waktu setahun, Papa meninggal tahun 2009 lalu Mama meninggal tahun 2010, banyak moment-moment indah kebersamaan kami semua yang selalu aku kangenin. Apalagi saat Ramadhan ... karena biasanya Mama selalu membuatkan Nasi Goreng Spesial bagi siapa saja yang khatam Al Qur'an di bulan Ramadhan dan nasi goreng itu kita makan bersama ba'da tarawih, karena di keluarga kami terbiasa makan besar ba'da tarawih. Untuk ini kami jadi berlomba-lomba untuk segera mengkhatamkan Qur'an karena ingin menikmati Nasi Goreng Spesial Ramadhan buatan Mama. Biasanya yang khatam duluan itu Papa, lalu dengan penuh semangat beliau akan menyemangati kami untuk mengkhatamkan Qur'an dan beliau bilang, "Papa itu harus khatam duluan karena harus memberikan contoh yang baik bagi istri dan anak-anaknya." Sungguh aku sangat bangga mempunyai Papa seperti beliau. Papa yang enerjik, tegas tapi juga bisa humoris, dan paling mengesankan adalah perhatiannya yang sungguh luar biasa kepada istri dan anak-anaknya.

Hari ini, di hari spesial Mama ... aku ingin mengucapkan :

" Selamat Hari Lahir Ma ... "

Ma ... dari ketegaran dan kesabaranmu melawan penyakit kanker, engkau telah ajariku untuk menjadi wanita yang kuat dan sabar serta tidak pernah putus asa.
Pa ... dari kehebatan perhatianmu kepada kami semua, engkau telah ajariku untuk menjadi seorang anak dan kakak yang bertanggung jawab. 

Aku bersyukur dan bangga karena terlahir dari orang tua seperti Mama dan Papa.
Kita memang bukan keluarga yang kaya harta, tapi kita adalah keluarga yang kaya cinta.
Dan itu semua jauh lebih tinggi dan berharga nilainya dari pada harta. 

Semoga kita semua dapat berkumpul kembali mengulang kebersamaan dan keceriaan di Jannah-Nya. Aamiin






Deni Trisnawati

Puri Cendana, Tambun Bekasi



Rabu, 03 Juli 2013

Listrik Mati

         Hmmm, listrik mati. Jadilah kami semua, saya, suami, Mba Amih (asisten rumah tangga) yang sudah bekerja bersama kami kurang lebih 8 tahun, dan Mamang (tukang) yang sudah 7 hari bekerja di rumah kami menghentikan aktivitas. Kalau listrik mati saat pagi begini, sedikit banyak menghambat pekerjaan rumah tangga. Maklum, sebagian besar aktivitas menggunakan listrik. Apalagi, air di rumah saya, bukan berasal dari air PAM, melainkan dari tanah yang harus dibantu dengan mesin untuk mengeluarkannya.

         Saat aktivitas terhenti, kami mengobrol bersama dan ternyata dari obrolan itu saya jadi tahu banyak tentang keluarga Mamang yang sedang bekerja di rumah kami. Maklum, biasanya kan hanya menyediakan minum dan makanan saja, kalaupun ngobrol tidak panjang lebar. Ternyata, hikmah dibalik listrik mati pagi ini, saya jadi tahu tentang semangat dan pekerja kerasnya Mamang yang bekerja di rumah kami. Dan yang paling menyenangkan, adalah Mamang di rumah kami tidak merokok dan tidak suka minum kopi. Jadilah suasana rumah hanya penuh debu tapi bebas dari asap rokok (^_^).

         Selang 1 jam kami  ngobrol, listrik pun nyala kembali. Dan kami semua kembali melanjutkan aktivitas masing-masing. Mba Amih dengan tugas-tugas asistennya, Mamang kembali mengaduk pasir dan semen, suami siap-siap untuk ke kampus karena hari ini dan besok ujian dan saya kembali fokus dengan laptop ini, melanjutkan tugas-tugas baru yang sudah menunggu.

Ternyata, sesuatu yang tidak menyenangkan bisa berubah menjadi menyenangkan tergantung bagaimana kita menyikapinya. Semoga keakraban kami membawa kebaikan untuk hari ini dan hari-hari yang akan datang. HAVE A GREAT DAY (^_*)

Deni Trisnawati
Puri Cendana, Tambun Bekasi

Senin, 01 Juli 2013

Mengenali Gejala Awal Penyakit Usus Buntu

          Kurang lebih 1 bulan yang lalu, tepatnya hari Rabu tanggal 28 Mei 2013 saya menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit Bella di Bekasi. Selama 2 jam operasi itu berlangsung, dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 WIB. Waktu yang cukup lama untuk sebuah proses tindakan operasi.  Ternyata, dari keterangan dokter bedah saya, Dr. Dem Heryanto, SpB, mengatakan lamanya waktu operasi akibat usus buntu saya sudah mengalami pelengketan ke jaringan-jaringan yang lain. Kalau mendengarkan cerita dokternya, mengerikan juga. Tapi Alhamdulillaah, hal yang mengerikan itu cepat diketahui walaupun saya & suami mengetahuinya terlambat, namun tak apa, lebih baik terlambat daripada tidak tahu sama sekali.
Alhamdulillaah, saat ini rasa sakit pasca operasi berangsur-angsur hilang, walaupun terkadang ada rasa nyeri-nyeri di bagian tempat operasi jika aktivitas agak berlebih. Namun semuanya jauh lebih baik dari sebelumnya. Mudah-mudahan akan selalu baik dan sehat. Aamiin.

           Berdasarkan kejadian tersebut, saya ingin berbagi tentang gejala awal penyakit usus buntu  yang saya rasakan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman semua melakukan pengecekan dini agar hal yang terjadi pada saya tidak terjadi pada teman-teman semua.

Gejala awal penyakit usus buntu yang saya rasakan :
1. Sakit di bagian area pusar perut, namun makin lama menjalar ke bagian perut sebelah kanan. Tanda awal ini seringkali salah diartikan, karena saya sendiri hanya mengira masuk angin atau kembung.
2. Perut sebelah kanan sakit tiada henti, apalagi saat kita naik motor dan melewati "polisi tidur", kita akan merasakan sakit yang luar biasa.

         Jika kedua gejala awal itu terjadi pada teman-teman, sebaiknya langsung periksakan ke dokter bedah umum, untuk ditindak lanjuti lebih cepat. Untuk memastikan apakah kita positiv usus buntu atau tidak, dokter akan meminta kita untuk RONTGEN APENDIX (Rontgen Usus Buntu) seperti yang saya jalani, dan bisa juga melalui Tes Darah ( informasi dari teman yang diketahui usus buntu dari hasil tes darah ).

         Demikianlah informasi yang bisa saya berikan. Semoga kita semua selalu disehatkan karena dengan tubuh yang sehat kita akan bisa melakukan aktivitas secara maksimal. Mengutip dari kata-kata indah tentang kesehatan "MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI". 

Salam Sehat !

Deni Trisnawati
Puri Cendana, Tambun Bekasi