Rabu, 10 Juli 2013

9 Juli 2000 - 9 Juli 2013

      Kemarin, 9 Juli 2013, adalah hari pernikahan kami. Sudah 13 tahun kami bersama mengarungi bahtera rumah tangga. Tahun ini agak berbeda kami merayakannya, yaitu full bersama untuk kerja bakti, maklum, rumah kami sedang dalam proses renovasi, dan agenda acaranya mindah-mindahin barang dari "Tempat Bimbel" ke rumah kami sendiri. Cape banget tapi seru. Acara kerja bakti diselingi dengan istirahat sebentar, makan ke luar dekat rumah. Menikmati makan siang di hari yang spesial. Baru kali ini, makan makannya siang hari, biasanya malam. Berhubung malamnya adalah malam pertama tarawih, jadilah kita makan-makannya siang aja (^_^).

      13 tahun, bukan waktu yang sebentar, banyak riak-riak bahkan gelombang menerpa rumah tangga kami, seperti juga yang dialami oleh pasangan rumah tangga lainnya. Tapi, Alhamdulillaah, sampai saat ini dan seterusnya (insyaAllah) kami selalu bisa mengatasi dan menghadapi segala ujian rumah tangga kami.
Kami sadar, mungkin kami bukanlah keluarga yang sempurna, ada ayah, ibu dan anak-anak. Anak kami yang pertama ( Daffa Syauqi ) meninggal dunia sejak masih dalam kandungan 10 tahun yang lalu.Dan sekarang putra tercinta kami sudah berada di Syurga-Nya, tinggal kami yang harus bekerja keras memperbaiki diri agar bisa berkumpul bersama. Memang tidak di dunia ini tapi di Syurga-Nya kelak.

      Saat ini, Allah hanya belum mengabulkan 1 permintaan saja dari do'a-do'a kami, yaitu hadirnya anak di dunia, sementara sudah beribu kenikmatan yang Allah berikan kepada keluarga kami, bahkan kami tidak minta pun Allah kasih. Jadi, sangatlah naif dan amat tidak bersyukur kalau hanya karena 1 permintaan saja belum Allah kabulkan , kami menghilangkan beribu bahkan berjuta-juta pemberian Allah yang sudah sangat berlimpah kepada kami. Di samping itu, Allah pun sudah menyiapkan putra tercinta kami menunggu di Syurga. Kenikmatan yang melebihi dari apapun di dunia ini.

      Semoga di usia 13 tahun pernikahan kami, menjadikan ikatan cinta kami lebih kuat di hati- hati kami. Apapun dan bagaimana pun badai menerpa, kami selalu siap menghadapinya.

" Ya Allah ... Ku nikmati segala skenario-Mu, karena Ku yakin semua itu pastilah Yang Terbaik untuk kehidupanku. " Aamiin

9 Juli 2000 - 9 Juli 2013


Tambun - Bekasi



Jumat, 05 Juli 2013

Selamat Hari Lahir Ma ...

     Selamat Hari Lahir Ma ... Kalimat itu selalu ku ucapkan setiap tanggal 5 Juli. Sebelum aku menikah, saat kuucapkan itu, pasti ku cium tanganmu dan ku peluk erat dirimu. Bergantian, mulai dari diriku, adikku yang kedua (Dian) lalu adikku yang terakhir (Indri). Kalau Papa, pasti sudah lebih dulu mengucapkannya ke Mama.

     Oh, ya, kami selalu punya hadiah spesial untuk Mama ... kue black forest yang selalu dipesan ke Bu Alun tetangga depan rumahku di Cimandiri Depok dan hadiah yang selalu membuat Mama menangis setiap kali menerimanya dari kami. Aku tanya : " Kok nangis Ma ? Maaf ya Ma, kalau hadiahnya sederhana. Ternyata bukan karena hadiah Mama menangis, tapi karena perhatian dari anak-anaknya yang membuat beliau sedih. Mama bilang : "Bersyukur amat sangat karena sudah dianugerahi 3 anak perempuan yang selalu memperhatikan Mamanya". Jadilah, kami semua menangis juga. Tapi ga lama sih, karena kami semua ga mau diliputi dalam kesedihan. Setelah kita do'a bersama dipimpin oleh Papa, lalu Mama buka kado dilanjutkan dengan makan black forest bersama-sama. Sungguh hal yang sangat menyenangkan.

     Setelah aku dan kedua adikku menikah, aku mengucapkannya by phone, kalau adikku sich langsung, makluuum, karena hanya aku saja yang tinggal di Tambun Bekasi, sedangkan kedua adikku masih tinggal di Depok, dekat dengan rumah Mama. Pemesanan Black Forest tidak pernah terlewatkan, tapi makannya nunggu aku ke Depok dulu. Biasanya hari Sabtunya atau Ahad, waktu libur ngajar.

     Suasana seperti itu yang selalu aku kangenin. Dan sudah 3 tahun ini, aku dan kedua adikku tidak bisa melakukannya lagi. Karena disetiap hari lahir Mama, hanya do'a yang bisa dipanjatkan.

   Setelah kehilangan kedua orang tua kami dalam waktu setahun, Papa meninggal tahun 2009 lalu Mama meninggal tahun 2010, banyak moment-moment indah kebersamaan kami semua yang selalu aku kangenin. Apalagi saat Ramadhan ... karena biasanya Mama selalu membuatkan Nasi Goreng Spesial bagi siapa saja yang khatam Al Qur'an di bulan Ramadhan dan nasi goreng itu kita makan bersama ba'da tarawih, karena di keluarga kami terbiasa makan besar ba'da tarawih. Untuk ini kami jadi berlomba-lomba untuk segera mengkhatamkan Qur'an karena ingin menikmati Nasi Goreng Spesial Ramadhan buatan Mama. Biasanya yang khatam duluan itu Papa, lalu dengan penuh semangat beliau akan menyemangati kami untuk mengkhatamkan Qur'an dan beliau bilang, "Papa itu harus khatam duluan karena harus memberikan contoh yang baik bagi istri dan anak-anaknya." Sungguh aku sangat bangga mempunyai Papa seperti beliau. Papa yang enerjik, tegas tapi juga bisa humoris, dan paling mengesankan adalah perhatiannya yang sungguh luar biasa kepada istri dan anak-anaknya.

Hari ini, di hari spesial Mama ... aku ingin mengucapkan :

" Selamat Hari Lahir Ma ... "

Ma ... dari ketegaran dan kesabaranmu melawan penyakit kanker, engkau telah ajariku untuk menjadi wanita yang kuat dan sabar serta tidak pernah putus asa.
Pa ... dari kehebatan perhatianmu kepada kami semua, engkau telah ajariku untuk menjadi seorang anak dan kakak yang bertanggung jawab. 

Aku bersyukur dan bangga karena terlahir dari orang tua seperti Mama dan Papa.
Kita memang bukan keluarga yang kaya harta, tapi kita adalah keluarga yang kaya cinta.
Dan itu semua jauh lebih tinggi dan berharga nilainya dari pada harta. 

Semoga kita semua dapat berkumpul kembali mengulang kebersamaan dan keceriaan di Jannah-Nya. Aamiin

Tambun - Bekasi



Rabu, 03 Juli 2013

Listrik Mati

         Hmmm, listrik mati. Jadilah kami semua, saya, suami, Mba Amih (asisten rumah tangga) yang sudah bekerja bersama kami kurang lebih 8 tahun, dan Mamang (tukang) yang sudah 7 hari bekerja di rumah kami menghentikan aktivitas. Kalau listrik mati saat pagi begini, sedikit banyak menghambat pekerjaan rumah tangga. Maklum, sebagian besar aktivitas menggunakan listrik. Apalagi, air di rumah saya, bukan berasal dari air PAM, melainkan dari tanah yang harus dibantu dengan mesin untuk mengeluarkannya.

         Saat aktivitas terhenti, kami mengobrol bersama dan ternyata dari obrolan itu saya jadi tahu banyak tentang keluarga Mamang yang sedang bekerja di rumah kami. Maklum, biasanya kan hanya menyediakan minum dan makanan saja, kalaupun ngobrol tidak panjang lebar. Ternyata, hikmah dibalik listrik mati pagi ini, saya jadi tahu tentang semangat dan pekerja kerasnya Mamang yang bekerja di rumah kami. Dan yang paling menyenangkan, adalah Mamang di rumah kami tidak merokok dan tidak suka minum kopi. Jadilah suasana rumah hanya penuh debu tapi bebas dari asap rokok (^_^).

         Selang 1 jam kami  ngobrol, listrik pun nyala kembali. Dan kami semua kembali melanjutkan aktivitas masing-masing. Mba Amih dengan tugas-tugas asistennya, Mamang kembali mengaduk pasir dan semen, suami siap-siap untuk ke kampus karena hari ini dan besok ujian dan saya kembali fokus dengan laptop ini, melanjutkan tugas-tugas baru yang sudah menunggu.

Ternyata, sesuatu yang tidak menyenangkan bisa berubah menjadi menyenangkan tergantung bagaimana kita menyikapinya. Semoga keakraban kami membawa kebaikan untuk hari ini dan hari-hari yang akan datang. HAVE A GREAT DAY (^_*)

Tambun - Bekasi

Senin, 01 Juli 2013

Mengenali Gejala Awal Penyakit Usus Buntu

          Kurang lebih 1 bulan yang lalu, tepatnya hari Rabu tanggal 28 Mei 2013 saya menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit Bella di Bekasi. Selama 2 jam operasi itu berlangsung, dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 WIB. Waktu yang cukup lama untuk sebuah proses tindakan operasi.  Ternyata, dari keterangan dokter bedah saya, Dr. Dem Heryanto, SpB, mengatakan lamanya waktu operasi akibat usus buntu saya sudah mengalami pelengketan ke jaringan-jaringan yang lain. Kalau mendengarkan cerita dokternya, mengerikan juga. Tapi Alhamdulillaah, hal yang mengerikan itu cepat diketahui walaupun saya & suami mengetahuinya terlambat, namun tak apa, lebih baik terlambat daripada tidak tahu sama sekali.
Alhamdulillaah, saat ini rasa sakit pasca operasi berangsur-angsur hilang, walaupun terkadang ada rasa nyeri-nyeri di bagian tempat operasi jika aktivitas agak berlebih. Namun semuanya jauh lebih baik dari sebelumnya. Mudah-mudahan akan selalu baik dan sehat. Aamiin.

           Berdasarkan kejadian tersebut, saya ingin berbagi tentang gejala awal penyakit usus buntu  yang saya rasakan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman semua melakukan pengecekan dini agar hal yang terjadi pada saya tidak terjadi pada teman-teman semua.

Gejala awal penyakit usus buntu yang saya rasakan :
1. Sakit di bagian area pusar perut, namun makin lama menjalar ke bagian perut sebelah kanan. Tanda awal ini seringkali salah diartikan, karena saya sendiri hanya mengira masuk angin atau kembung.

2. Perut sebelah kanan sakit tiada henti, apalagi saat kita naik motor dan melewati "polisi tidur", kita akan merasakan sakit yang luar biasa.

         Jika kedua gejala awal itu terjadi pada teman-teman, sebaiknya langsung periksakan ke dokter bedah umum, untuk ditindak lanjuti lebih cepat. Untuk memastikan apakah kita positiv usus buntu atau tidak, dokter akan meminta kita untuk RONTGEN APENDIX (Rontgen Usus Buntu) seperti yang saya jalani, dan bisa juga melalui Tes Darah ( informasi dari teman yang diketahui usus buntu dari hasil tes darah ).

         Demikianlah informasi yang bisa saya berikan. Semoga kita semua selalu disehatkan karena dengan tubuh yang sehat kita akan bisa melakukan aktivitas secara maksimal. Mengutip dari kata-kata indah tentang kesehatan "MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI". 

Salam Sehat !


Senin, 15 Agustus 2011

Kata Hati - ku




Dalam keheningan malam ...
Ku bertanya pada Yang Maha Menguasai Alam
Mengapa belum Engkau kabulkan
Sebuah keinginan dan impian

Dalam kegelisahan jiwa dan derasnya airmata ...
Ku meminta pada Yang Maha Memiliki Semesta
Bukakan selalu mata hati agar tak menjadi buta
Agar siap menerima segala cerita

Dalam kelemahan dan keterpurukan ...
Ku bersandar pada Yang Maha Memiliki Kekuatan
Meminta segala pertolongan
Mencari jawaban atas pertanyaan kehidupan

Tambun - Bekasi



Sabtu, 09 Juli 2011

Teman Sejati



Teman Sejati ...
Kau telah ajari
Bagaimana menjaga diri
Tidak banyak janji yang kuberi
Karena takut kan kuingkari sendiri

Ku akan jalani hari - hari ...
Dengan perbaikan diri
Semoga Allah mengampuni
Segala kekhilafan hati

Hari ini ...
Tepat 11 tahun kita telah arungi
Bahtera rumah tangga Islami
Berharap Allah kan selalu meridhoi
Segala CINTA yang dianugerahi

Ahad, 09 Juli 2000
Sabtu, 09 Juli 2011

Tambun - Bekasi

Senin, 11 April 2011

Status di Facebook



Kurang lebih 15 bulan saya masuk menjadi bagian dari jejaring sosial facebook. Selama kurun waktu 15 bulan itu beragam sekali status-status yang dibuat oleh teman-teman yang menjadi pertemanan di facebook. Ada yang serius, ada yang memberi nasehat, ada juga yang memberi semangat bahkan ada juga yang lucu.

Mengerutkan dahi, tersenyum simpul bahkan tertawa sendiri saat membaca status-status yang dibuat oleh teman-teman di facebook ini. Adakalanya ikut merasakan kebahagiaan saat yang membuat status tentang kebahagiaan, adakalanya juga merasakan kesedihan yang mendalam saat teman membuat status tentang hal-hal yang menyedihkan, semuanya campur aduk menjadi satu saat kita membaca status teman-teman kita di facebook.

Bagi saya, apapun dan bagaimana pun model status mereka, itu adalah hak mereka. Kalau kita suka kita tinggal memberikan "jempol" kita atau bahkan bisa kita komentarin, tapi kalau tidak suka kita bisa mengambil sikap yang lebih arif dan bijaksana yaitu "diamkan" saja. Kalaupun kita ingin menegur bisa dilakukan lewat "inbox" sehingga tidak membuat orang lain tersinggung.

Untuk saya pribadi yang menjadi catatan dalam membuat status adalah :
1. Status tidak menyakiti / menghina orang lain.
2. Status adalah real/nyata apa yang terjadi atau apa yang kita lakukan.
3. Status bisa bermanfaat untuk orang lain (mudah-mudahan).
4. Status bisa menghibur diri dikala sedih kalaupun ternyata bisa menghibur orang lain juga , Alhamdulillaah.

Jadi, apapun model status kita, semua itu kembali kepada diri kita masing-masing. Karena bisa jadi dari status-status yang kita buat, orang lain akan menilai bagaimana diri kita ini. Walaupun mereka belum pernah bertemu secara langsung dengan kita.

Tambun - Bekasi

Jumat, 01 April 2011

Kesempurnaan Cinta Seorang Ibu



Hari ini kubelajar dari seorang Ibu yang sangat sederhana tapi cintanya begitu sempurna untuk buah hatinya yang kurang sempurna. Karena buah hatinya tidak bisa mendengar dan mengalami kesulitan dalam berbicara.
Menurutku sangat menguras energi ketika sang Ibu berkomunikasi dengan buah hatinya, tapi ketika ku amati lebih lama lagi, ternyata tidak. Ibu itu begitu menikmati setiap suku kata yang keluar dari mulutnya untuk di pahami oleh buah hatinya. Begitu sabar dan telatennya ibu itu, sampai akhirnya, buah hatinya paham betul apa yang ingin dikatakan oleh Ibu itu. Ku lihat rona keceriaan dan kebahagiaan di wajah anak itu.

Di waktu yang sama, ku melihat seorang Ibu yang memiliki anak nyaris sempurna, tidak ada cacat fisik dalam diri anak itu. Tapi, entah kenapa, ibu itu begitu mudah mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak baik terhadap anaknya sendiri hanya karena anak itu menumpahkan botol minuman secara tidak sengaja padahal anak itu masih usia TK. Ku lihat rona kesedihan dan ketakutan di wajah anak itu.

Suatu pemandangan yang sangat kontras memang. Tapi begitu menakjubkan untuk diriku.

Ternyata : " Kesempurnaan cinta seorang Ibu bukan lahir karena memiliki anak yang sempurna tapi lahir dari kemulyaan hati seorang Ibu yang bisa menerima segala ketidaksempurnaan buah hatinya dengan penuh rasa syukur."

Tambun - Bekasi

Rabu, 16 Maret 2011

Duniaku




Taman Kanak/Taman Pendidikan Al Qur'an, tempat itu sangat melekat dengan diriku, karena setiap Senin - Kamis sore aku selalu berada di sana. Aktivitasku mengajar di TK/TPA sudah kumulai sejak tahun 1997, sejak kumasih tinggal di Depok di rumah orang tuaku dulu. Alhamdulillaah hingga saat ini aktivitas ini masih kujalani. Tempat ini sangat berkesan untukku, karena dari sinilah aku belajar "Bagaimana Cara Mengajar" dan belajar "Bagaimana Cara Menjadi Seorang Guru".

TK/TPA adalah tempat yang sangat istimewa. Karena dengan aku berada di dalamnya aku bisa mendapatkan banyak ilmu yang sangat bermanfaat hingga aku bisa mengajar seperti sekarang ini.

Kalau sampai saat ini Allah belum megamanahkan kembali seorang anak kepadaku , itu semua karena Allah tahu yang terbaik untukku. Tapi Allah menggantikannya dengan memberikan aku amanah 100 orang lebih santri di TK/TPA ku. Dan ini semua suatu kenikmatan yang tidak semua orang mendapatkannya juga.

Tidak banyak yang bisa kuberikan untuk santri - santriku, tapi aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka semampuku karena bagiku TK/TPA-ku adalah duniaku.

Tambun - Bekasi

Selasa, 15 Maret 2011

Aku Bukan Seorang Penulis



Aku bukan seorang penulis
Yang pandai menulis di media apa saja
Aku juga bukan seorang penulis 
Yang mahir merangkai kata demi kata
Sehingga menjadi kalimat bersahaja

Tapi ...
Aku akan selalu menulis
Perjalanan hidupku 
Kapan saja dan di mana saja


Tambun - Bekasi