Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2013

Serunya di Planetarium Jakarta

     Planetarium Jakarta adalah salah satu tempat wisata pendidikan yang menampilkan keadaan alam jagat raya terutama perbintangan dan planet-planet. Letaknya di kawasan Taman Ismail Marzuki, jalan Cikini Raya no 73 Jakarta Pusat. Tempat ini adalah salah satu tempat wisata favorit saya. Sejak di bangku sekolah dasar, saya sudah mengetahui tempat wisata ini. Karena pernah studi wisata ke sana dan sejak saat itu ketertarikan saya terhadap Planetarium Jakarta tumbuh hingga kini. Rasanya tidak pernah bosan untuk mengunjungi tempat ini, yang ada justru selalu ingin kembali lagi.

    Namun, sudah lama saya tidak mengunjungi tempat ini, terakhir ke Planetarium Jakarta tahun 2011. Padahal sewaktu kuliah, saya sering ke sana. Setiap kali liburan sekolah tiba, keinginan untuk mengunjungi Planetarium Jakarta sangat besar namun karena waktu dan kesibukan, belum juga bisa terlaksana. Naaah, pada hari Rabu, 14 Agustus 2013, alhamdulillaah, saya bisa berkunjung lagi ke Planetarium Jakarta ditemani suami tercinta.

    Dari rumah, kami berangkat pukul 14.00 WIB, menuju Bulak Kapal untuk menaiki bus 9A jurusan Bekasi - Senen. Ketika di Jatinegara, tiba-tiba bus 9A yang kami naiki berhenti, ternyata ada masalah dengan kopling bus-nya. Akhirnya semua penumpang dipindahkan ke bus 9A lainnya. Namun, kami tidak ikut serta, karena kami memutuskan untuk naik Bajaj saja melanjutkan perjalanan menuju Taman Ismail Marzuki. Oh ya, sekedar informasi, Bajaj Biru yang kami naiki ternyata tidak seberisik bajaj-bajaj yang dulu pernah saya naiki. Dan Bajajnya pun terlihat lebih bersih dan nyaman untuk dinaiki lho (^_^).

    Tepat pukul 15.30 WIB, kami sampai di kawasan Taman Ismail Marzuki, dan kami langsung memasuki gedung pertunjukan Planetarium Jakarta. Banyak perubahan yang saya lihat di sana sini dan terlihat lebih rapi. Dan begitu masuk ke gedungnya, waaah ternyata sudah ramai sekali, terutama anak-anak. Suami saya langsung menuju ke loket penjualan tiket, antri dulu sebentar. Harga tiketnya Rp 7.000 untuk dewasa dan Rp 3.500 untuk anak-anak. Murah bukan ? Suami saya membeli 2 tiket kategori dewasa.

    Setelah membeli tiket, kami langsung menuju musholah untuk sholat Ashar. Karena jam pertunjukannya pukul 16.30 WIB, selesai sholat Ashar, kami memilih duduk-duduk di luar terlebih dahulu. Pukul 16.00 WIB, kami masuk lagi ke gedung, dan ternyata antrian untuk masuk ke ruang pertunjukan sudah panjaaaang. Akhirnya kami memilih untuk langsung masuk dalam barisan antrian, walaupun masih 30 menit lagi pertunjukannya (he he he).

    Pukul 16.15 WIB, semua pengunjung diperbolehkan untuk memasuki ruang pertunjukan dengan menunjukkan tiket masuk tentunya. Kami berdua langsung memilih posisi tempat duduk, dan berada di sebelah Selatan. Di samping saya berderet anak-anak duduk dengan tingkah polah mereka yang lucu. Dalam hati berkata, hmmm, bakalan seru nich kalau nonton pertunjukan banyak anak-anak.

    Tepat pukul 16.30 WIB pertunjukan pun dimulai. Di awali dengan mematikan pencahayaan lampu ruangan. Dan berganti dengan ribuan taburan bintang di ruang pertunjukan. Luar biasa, dan semua pengunjung bertepuk tangan. Buatan manusia saja begitu indahnya, apalagi karya Allah SWT, langit jagat raya, bumi beserta isinya dan keteraturan semua benda-benda langit untuk konsisten dalam pergerakannya. Sungguh tiada tandingannya kehebatan Maha Karyamu Ya Allah. Satu persatu benda-benda langit dipertontonkan, mulai dari bintang-bintang dengan rasi bintangnya juga, matahari dan planet. Berada di ruangan ini seperti mengulang pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (he he he). Oh, ya ... Saat untuk melihat planet, pengunjung seakan-akan naik pesawat antariksa yang akan berkeliling di luar angkasa. Inilah saat yang paling seru, karena saat pesawat itu bergerak, seakan-akan kita pun ikut bergerak naik ke atas, badan seperti bergoyang goyang dan kehebohan pun terjadi, karena semua pengunjung berteriak, bentuk luapan ekspresi kegembiraan, saya pun tidak mau ketinggalan. Ikut hanyut dalam luapan ekspresi kegembiraan tersebut. Selain itu, keseruan lain di ruang pertunjukan adalah saat narator menanyakan ini planet apa, semua pengunjung menjawab dengan kompak, walaupun ada juga yang salah jawabnya tapi tetap semangat memberikan jawaban (he he he). Saya pun termasuk yang selalu menjawab dengan ikutan berteriak saat narator bertanya. Tidak ada rasa malu dan tidak mau kalah dengan suara anak-anak yang ada di samping saya. Justru saya senang sekali dan antusias mengikuti pertunjukan demi pertunjukan hingga selesai. Pertunjukan berlangsung kurang lebih 45 menit. Walaupun hanya 45 menit, tapi bagi saya sangat mengesankan.

    Selesai pertunjukan saya dan suami foto-foto dulu sebentar di depan gedung Planetarium Jakarta. Berhubung kami datang hanya berdua, jadilah sesi fotonya sendiri-sendiri, bergantian jadi fotografernya (^_^). Selesai foto-foto, perut terasa lapar, kami lanjutkan dengan menikmati terlebih dahulu pecel ayam plus es teh manis. Tenda pecel ayamnya ada di seberang Warung Daun tidak jauh dari Taman Ismail Marzuki. Walaupun di pinggir jalan, tapi kami sangat menikmati. Mungkin karena kelaparan banget kali ya (he he he). Selesai makan, adzan maghrib pun terdengar, kami pun sholat maghrib terlebih dahulu kemudian melanjutkan perjalanan pulang kembali ke Bekasi dengan hati gembira setelah menikmati wisata pendidikan yang murah meriah di Jakarta.

Tambun - Bekasi

Jumat, 02 Agustus 2013

Kunci Kehebatan Finlandia

     

    Setiap kali mendengar nama negara ini, selalu ada yang menggelitik di kalbu dan mengundang rasa penasaran yang tinggi. Negara penghasil telepon genggam Nokia & negeri kelahiran Angry Birds ini memang sangat terkenal dengan sistem pendidikannya & merupakan negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

    Sangat mencengangkan karena hampir semua gurunya di sana merupakan lulusan S2, dan profesi guru adalah profesi yang dibanggakan dan terhormat dibandingkan dengan profesi-profesi lain. Rekor prestasi siswanya pun  sangat luar biasa, terbukti dalam ajang lomba membaca, matematika dan sains tingkat dunia diraih semuanya oleh siswa-siswa dari Finlandia.

    Selidik punya selidik ternyata di Finlandia "membaca" merupakan kegiatan aktif yang sudah dimulai sejak usia dini. Buku anak-anak banyak sekali diterbitkan dibandingkan dengan negara-negara lain. Tujuan penerbitan buku bacaan anak-anak itu agar sejalan dengan program yang dicanangkan di sana yaitu membiasakan membaca sejak usia dini.

    Selain yang saya paparkan di atas, masih banyak lagi alasan-alasan mengapa Finlandia mendapat predikat sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Namun, untuk kali ini saya hanya menggaris bawahi tentang kebiasaan membaca yang sudah diterapkan sejak usia dini, karena hal ini sudah diajarkan dalam Islam sejak wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni dalam surat Al Alaq ayat 1 - 5. Di mana ditekankan kepada kita untuk membaca, membaca dan membaca. Sungguh , Islam agama yang luar biasa, yang ajarannya begitu dashyat, mengajarkan kebaikan dan keagungan dalam mencari ilmu. Dan terpampang nyata, negara yang sudah mempraktekan ajaran Islam ini untuk membaca, negara itu menjadi negara yang hebat dan diakui kehebatannya oleh dunia.

    Malu rasanya kalau kita yang sebagai Muslim / Muslimah tidak menyenangi dan membiasakan diri untuk membaca. Padahal sangat jelas dengan membaca akan membuat kita menjadi insan-insan yang berilmu. Dan orang yang berilmu tidak akan diremehkan oleh orang lain. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari kehebatan membaca di negara Finlandia dan mempraktekkannya langsung dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tambun - Bekasi

Rabu, 16 Maret 2011

Duniaku




Taman Kanak/Taman Pendidikan Al Qur'an, tempat itu sangat melekat dengan diriku, karena setiap Senin - Kamis sore aku selalu berada di sana. Aktivitasku mengajar di TK/TPA sudah kumulai sejak tahun 1997, sejak kumasih tinggal di Depok di rumah orang tuaku dulu. Alhamdulillaah hingga saat ini aktivitas ini masih kujalani. Tempat ini sangat berkesan untukku, karena dari sinilah aku belajar "Bagaimana Cara Mengajar" dan belajar "Bagaimana Cara Menjadi Seorang Guru".

TK/TPA adalah tempat yang sangat istimewa. Karena dengan aku berada di dalamnya aku bisa mendapatkan banyak ilmu yang sangat bermanfaat hingga aku bisa mengajar seperti sekarang ini.

Kalau sampai saat ini Allah belum megamanahkan kembali seorang anak kepadaku , itu semua karena Allah tahu yang terbaik untukku. Tapi Allah menggantikannya dengan memberikan aku amanah 100 orang lebih santri di TK/TPA ku. Dan ini semua suatu kenikmatan yang tidak semua orang mendapatkannya juga.

Tidak banyak yang bisa kuberikan untuk santri - santriku, tapi aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka semampuku karena bagiku TK/TPA-ku adalah duniaku.

Tambun - Bekasi