Minggu, 26 Juli 2015

Sulitnya Menyeberang Saat Arus Satu Arah

Terusik menulis tentang ini, mengingat pengalaman saat dari Taman Safari Cisarua Bogor hari Rabu yang lalu, melihat seorang ibu dengan anak lelakinya yang baru berumur 5 tahun hampir tertabrak mobil saat akan menyeberang di daerah Cipayung untuk menaiki angkot yang saya ada di dalamnya. Sesampainya di dalam angkot, saya masih melihat, betapa ibu tersebut gemetaran yang luar biasa. Kami seluruh penumpang di dalam angkot yang kebanyakan adalah ibu-ibu juga, berusaha menenangkannya.

Ini bukan kali pertama kejadian seperti itu, seorang ibu yang duduk di sebelah saya dan tinggal di daerah Cisarua mengatakan "Sering banget bu, kalau lagi satu arah, mobil pada ngebut-ngebut, susah untuk nyeberang. Bahkan saat Hari Raya Idul Fitri kemaren, tetangga saya, ibu-ibu meninggal, karena lagi nyeberang tertabrak bus, kondisinya parah bu" ... Saya benar-benar menyimak cerita ibu di sebelah saya.

Sambil mendengarkan cerita ibu tersebut yang menceritakan beberapa tetangganya yang mengalami nasib sama, kesulitan saat menyeberang, pikiran saya berkecamuk. Betapa tidak ... baru saja, saya mengirimkan tweet ke radio Sindo Trijaya FM dan El Shinta tentang info lalin "Dari puncak dibuka satu arah turun. Cisarua - Ciawi lancar jaya" dan saya bahagia banget, karena perjalanan yang sangat lancar berbeda dengan saat kami datang. Tapi ternyata, kondisi yang dibuka satu arah itu, justru menyulitkan warga sekitar yang ingin menyeberang, terutama ibu-ibu. Ya Allah ... ternyata bahagianya saya, kesulitan bagi mereka.

Sampai saya menulis ini, saya sendiri belum tahu, solusi apa yang terbaik untuk mereka. Memang ... kondisi itu hanya sementara, tidak permanen. Hanya saat dibuka satu arah saja, tapi tetap harus dicarikan jalan keluarnya, agar siapa pun yang menyeberang merasa aman. Sehingga semuanya senang, pengguna jalan dan warga sekitar.

Tambun - Bekasi

Sabtu, 25 Juli 2015

Libur Lebaran ke Taman Safari ala Backpacker

Rabu, 22 Juli 2015 saya dan suami melakukan perjalanan menuju Taman Safari Cisarua Bogor. Seperti biasa, kami berangkat ala backpacker, alias naik kendaraan umum. Alasannya, pertama karena kami belum mempunyai kendaraan mobil dan kedua biar irit, ga nyewa mobil ... hehehhe.
Oh ya ... tiket ke Taman Safarinya gratis lhooo, reward dari Sindo Trijaya FM, karena saya salah satu pemenang kuis "Hemat Ala Saya" yang diadakan di radio tersebut. Pas banget, dapat tiket gratisnya 2, jadi saya dan suami bisa pergi bersama. Yeaaayyyy ...



Kami berangkat dari rumah pukul 07.30 dengan mengendarai motor menuju Bulak Kapal. Kurang lebih 20 menit kami sampai di Bulak Kapal lalu suami langsung menitipkan motor di tempat penitipan motor langganannya. Lanjut menuju halte untuk menunggu bus jurusan Bogor. Lumayan lama juga menunggu bus yang satu ini, sekitar pukul 08.15 bus jurusan Bogor pun datang, bus Kramat Jati, kami langsung naik. Ternyata bangku di dalam bus hampir penuh, tapi alhamdulillaah kami masih dapat tempat duduk bersebelahan. Ongkos bus ini Rp. 20.000,-/orang karena masih suasana Lebaran, biasanya hanya Rp. 16.000,- kata seorang ibu yang duduk di samping saya. Beliau setiap hari menggunakan bus tersebut. Selain bus Kramat Jati ada juga bus Sinar Jaya dengan rute yang sama.

Pukul 09.30 sampailah kami di Terminal Bus Baranangsiang. Kami turun di depan terminal, tidak ikutan masuk ke dalam terminalnya. Perjalanan kami lanjutkan dengan menaiki mobil angkot warna hijau nomer 01 jurusan Baranangsiang - Ciawi. Alhamdulillaah perjalanannya lancar. Saat di angkot 01, saya coba twitter ke Sindo Trijaya FM untuk menanyakan info lalin dari Ciawi menuju Cisarua, berdasarkan informasi dari Sindo Trijaya FM, Gadog - arah puncak padat. Waaah, harus bersiap-siap dengan kemacetan nich, pikir saya. Dari Baranangsiang - Ciawi hanya 25 menit, lancar banget.

Perjalanan masih berlanjut dengan menaiki mobil angkot warna biru ada juga yang warna hijau, jurusan Ciawi - Cisarua. Naaahh ... bener banget, dari Ciawi menuju Cisarua, lama banget. Kepadatannya super-super. Harus ekstra sabar. Bayangkan dari Ciawi pukul 09.55 sampai di pertigaan Taman Safari pukul 12.05 ... Ongkos angkot ini Rp. 12.000/orang. Begitu turun dari mobil angkot, kami tidak langsung naik mobil merah menuju lokasi wisata Taman Safari, tapi makan dulu di rumah makan, lapeerrr bangeeetttt ... selesai makan, baru dech lanjutin lagi naik angkotnya. Sssstt, mobil angkot merahnya ngetemnya agak lama, dari mulai kami makan sampai selesai baru dech mobil angkotnya jalan. Masih rezeki, sampai saya bilang sama suami, mobil angkotnya nungguin kita kali ya ... Mobil angkot merahnya sampai pintu loket. Ongkosnya Rp. 10.000/orang.

Alhamdulillaah ... akhirnya sampai juga di Taman Safari. Turun dari angkot langsung menuju loket dan menunjukkan 2 tiket gratis dari Sindo Trijaya FM. Ga pake ribet, langsung dikasih 2 tiket terusan yang nantinya akan dipasang dipergelangan masing-masing. Karena kami tidak membawa kendaraan mobil ke dalam, maka naik Safari Bus untuk berkeliling di dalam Taman Safari. Enak lho, naik bus ini, kacanya besaaaarr, puas lihat binatangnya dan juga ada guide-nya, yang menginformasikan binatang apa saja yang dilewati. Favorit saya adalah Jerapah, seneng aja lihatnya ... hehehehe.












Kurang lebih 1 jam keliling-keliling,  bus pun berhenti di area parkir dekat taman bermain. Sebelum melanjutkan, kami sholat dzuhur dulu, setelah itu lanjut ke permainan. Tidak banyak permainan yang kami naiki, saya hanya naik Mining Coaster. Kalau suami naik Mining Coaster dan Ontang Anting (namanya lupa ... Ontang Anting mah yang di Dufan) selebihnya melihat pertunjukan-pertunjukan hewan saja.

Karena kami khawatir jalur ke Ciawi macet lagi, setelah sholat Ashar kami langsung pulang. Pada saat mau pulang, saya dan juga pengunjung yang lain menunggu lagi di area parkir tempat kita datang untuk menunggu jemputan Safari Bus, lama ditunggu tidak datang-datang akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki saja keluar. Ternyata jaraknya hanya 100 meter dari tempat kami menunggu. Kata salah satu pengunjung dari Bandung yang ikutan jalan bareng ... yaaa ampuun tau gitu jalan kaki aja, saya nungguin busnya sampai 1 jam lebih. Saya cuma senyum ... 

Untuk turun ke bawah, naik mobil angkot merah lagi. Tapi karena penumpangnya hanya kami berdua, sopir menawarkan harga yang agak lebih tinggi yaitu Rp. 15.000/orang tapi mobil langsung jalan, ga pake nunggu yang lain. Kami pun setuju. Jadilah di angkot itu hanya berdua saja penumpangnya. Sampai di pertigaan Taman Safari dilanjutkan lagi dengan mobil seperti saat datang. Alhamdulillaah ternyata jalur turun lagi dibuka. Jadilah Cisarua - Ciawi lancar jaya. Lanjut Ciawi - Baranangsiang, dan Bogor - Bekasi. Naah, pulangnya dari Terminal Baranangsiang Bogor kami naik bus Sinar Jaya. Sambil menunggu bus jalan, suami membeli makanan yang ditawarkan pedagang yang naik ke bus, dari gorengan, dodol Cianjur (bukan dodol garut lho) dan mochi. Gorengan dan dodol langsung habis kami makan di bus, hanya mochi yang sampai di Tambun ... (^_^)

Bus pun akhirnya berangkat menuju Bekasi. Di terminal Baranangsiang sudah hujan, ditambah perut kenyang, plus mobil AC, sepanjang perjalanan kami pun tidur. Karena ongkos sudah ditarikin di awal, jadi kami bisa bebas tidur. Nyenyak banget tidurnya, bangun-bangun ... ehh ternyata sudah sampai di Tol Bekasi Timur. Kami pun langsung bersiap-siap, karena harus turun di halte sebelum Bulak Kapal untuk menuju penitipan motor. Lanjut dengan motor, kami pun pulang ke rumah. Sebelum sampai di Puri Cendana, mampir dulu di ayam bakar Kalasan Perumnas 3 Tambun Bekasi. Memenuhi hak perut, jatah makan malam ... hehehe.

Ini perjalanan kami ke-3 ala backpacker, sebelumnya ke Kawah Putih Ciwidey Bandung dan Pulau Tidung Kepulauan Seribu. Selalu seru dan menarik dalam setiap perjalanan. Nantikan perjalanan kami berikutnya ya ...

Tambun - Bekasi